Sebuah Masjid Dijual Akibat Tidak Punya Biaya, Begini Cerita Sebenarnya! - WWW.CAKUPAN.COM
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sebuah Masjid Dijual Akibat Tidak Punya Biaya, Begini Cerita Sebenarnya!

 

Pengumuman penjualan Masjid Al Ikhwan yang dinego seharga Rp9,3 miliar tersebar di media sosial

Nyaris tujuh tahun tidak rampung dibangun, sebuah masjid di Desa Kuripan, Kecamatan Kuripan, akhirnya diputuskan dijual.

Melalui reklame yang disebar melalui media sosial, masjid bernama Al Ikhwan tersebut dijual seharga Rp9.375.000.000.

Memiliki luas 25 x 25 meter, orang berhak membeli seluruh bangunan atau per meter saja. Oleh si penjual, harga per meter dibanderol Rp15 juta.

Dalam reklame penjualan itu, lengkap tertera dua nomor rekening masjid dan beberapa nama pengurus masjid.

“Silakan membeli berapa meter persegi, atau seluruh bangunan sesuai harga yang dituliskan,” ungkap pembina pengurus Masjid Al Ikhwan, Hamdi, ketika dihubungi apahabar.com, Selasa (20/4).


Namun belakangan diketahui penjualan Masjid Al Ikhwan tersebut tidak menjual dalam arti sesungguhnya.

Pemasangan reklame penjualan hanya bertujuan menarik simpati donatur, lantaran masjid tersebut tak kunjung rampung dibangun dalam 7 tahun terakhir.

“Kami mengikuti trik serupa yang dilakukan beberapa pengurus masjid di Jawa Tengah dan Jawa Timur, dan ternyata cukup berhasil menjaring donatur,” sahut Hamdi.

“Donatur tidak perlu datang ke Kuripan untuk menyerahkan bantuan. Kami sudah menyediakan dua nomor rekening pengurus masjid,” sambungnya.

Mulai dikerjakan sejak pertengahan 2014, pembangunan Masjid Al Ikhwan sempat terbengkalai akibat kekurangan dana. Bahkan pondasi yang sudah dibangun, kalah tinggi dibanding rerumputan.

“Lantas dalam tiga tahun terakhir, kami berusaha melanjutkan pembangunan,” jelas Hamdi yang juga Camat Kuripan.

“Sejumlah bantuan juga diterima dari Pemprov Kalsel, Pemkab Batola, swasta maupun perorangan. Namun akibat kebutuhan yang cukup banyak dan ketersedian dana tak memadai, pembangunan pun tersendat-sendat,” imbuhnya.

Diharapkan trik dari reklame penjualan itu berhasil memperoleh perhatian banyak donatur, sehingga pembangunan masjid kembali dapat dilakukan.

“Harga penjualan yang kami pasang merupakan estimasi biaya pembangunan masjid sampai selesai,” tandas Hamdi.

Posting Komentar untuk "Sebuah Masjid Dijual Akibat Tidak Punya Biaya, Begini Cerita Sebenarnya!"